Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Di Restoran Ini, Anda Pancing Sendiri Ikan yang Mau disantap

IkanDewa.com - Restoran seafood umumnya menawarkan ikan segar dari akuarium. Biasanya ikan yang dipilih akan diambil dan diolah langsung. Namun, di restoran ini Anda bisa memancing sendiri ikan yang ingin Anda santap.

Bagi sebagian orang, memancing adalah kegiatan pelepas stres setelah bekerja. Sambil menunggu umpan dimakan ikan, kita dapat bersantai seharian sambil menikmati alam terbuka. Alangkah bahagianya jika ikan hasil pancingan banyak dan bernilai tinggi.

Restoran Tsuribune Jaya Zaou berusaha menghadirkan atmosfer tersebut ke jantung kota Tokyo, Jepang, bagi para pekerja yang sibuk dan tak punya waktu berlibur. Di restoran ini, Anda bisa memancing sendiri ikan yang akan Anda santap.

Area makannya unik, berbentuk perahu tradisional Jepang besar dengan tangki ikan di sekelilingnya. Perahu inipun jadi seperti mengambang di tengah perairan. Tersedia menu standar pub Jepang jika Anda tak mau capek dan tinggal menikmati hidangan.

Namun, akan lebih seru jika memancing sendiri. Setelah membayar biaya ekstra, Anda akan mendapat alat pancing dan udang kecil untuk umpan. Jika sudah mendapat ikannya, serahkan ke chef. Andapun bisa memilih, ikan tersebut mau dijadikan tempura, sushi, sashimi, atau direbus.

Di dalam tangki airnya terdapat berbagai jenis ikan, mulai dari sea bream, ikan sebelah (flounder), sampai horse mackerel. Meski terlihat lebih gampang daripada memancing di perairan terbuka, nyatanya memancing di sini bisa menghabiskan waktu hingga 15 menit sampai ada ikan yang tersangkut di kail.

Reporter situs Rocket News 24 (15/02/12) berhasil menangkap sea bream. Ikan tersebut dibuat menjadi sashimi serta direbus dengan shoyu dan cuka. "Rasanya sangat enak!" tulisnya. Di kesempatan kedua, mereka mendapat ikan sebelah yang kemudian digoreng. Menurut sang reporter, rasanya sama enaknya.

Tertarik mampir? Selain di Tokyo, Tsuribune Jaya Zaou juga memiliki cabang di Fukuoka, Saitama, Kanagawa, Osaka, dan Mie.[detik/ikandewa.com]

Minggu, 10 November 2013

Heboh Air Ajaib di Tiga Mata Air Sagaranten, Garut

IkanDewa.com - Warga Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir digegerkan dengan isu air ajaib di tiga mata air di Blok SS Kampung Sagaranten Desa Sukasono Kecamatan Sukawening.

Gaung tentang air ajaib yang dianggap mampu menyembuhkan berbagai penyakit itu bahkan merebak hingga ke luar Kabupaten Garut.

Tak pelak lokasi yang sebenarnya cukup jauh dari pemukiman penduduk itu pun mendadak ramai bak pasar dadakan. Antrean orang dari berbagai daerah yang penasaran menikmati air ajaib tersebut terjadi sepanjang siang hingga malam.

Tidak semua orang datang ke lokasi tersebut hendak berobat. Sebagian mereka hanya terdorong penasaran dengan kabar air mujarab yang menghebohkan itu. Kebanyakan mereka datang untuk mandi guyuran air ajaib yang mengair melalui pancuran dari tiga sumber mata air berdekatan.

Menariknya, masing-masing air yang keluar dari mata air tersebut memiliki suhu berbeda. Satu mata air bersuhu dingin, satu hangat, dan satunya lagi bersuhu cukup panas.

"Wah ini benar-benar air ajaib,” seru Bandi (56), warga Kampung Cihaur Cicalengka Bandung sembari mengusap-usapkan air dari ketiga mata air itu ke mukanya.

Bandi sengaja datang ke tempat tersebut dengan harapan penyakit darah tinggi yang dideritanya bisa sembuh setelah mandi air ajaib itu.

Senada diungkapkan Iyus Rinjani (49) warga Kampung/Desa Panembong Kecamatan Bayongbong.

Dia mengaku setiap hari dalam sepekan terakhir dirinya datang mandi di lokasi tersebut. Dia berharap dengan cara itu, penyakit reumatik dan gatal-gatal di tubuhnya dapat sembuh.

"Allah yang menyembuhkan penyakit itu. Siapa tahu dengan perantaraan air ini, penyakit saya hilang," Iyus berharap.

Menurut Adang Hamdani (56), warga setempat, tidak semua orang yang percaya pada keajaiban air di tiga mata air itu datang sendiri ke lokasi. Beberapa di antaranya memesan.

"Ada orang Ciamis sengaja pesan air ini lewat jasa penitipan barang. Banyak juga yang menyuruh tukang ojek membawakan air dengan jerikan," ujar Adang.[inilah]

Kamis, 24 Oktober 2013

Suara Misterius yang `Hantui` Warga Diduga Ikan Birahi ?

IkanDewa.com - Suara misterius mengusik warga di tepian perairan Southampton, Hamsphire, Inggris. Hampir setiap malam, dimulai pukul 22.00 waktu setempat, terdengar suara dengungan bernada rendah.

Suara itu bisa bertahan selama berjam-jam, hingga sepanjang malam. Akibatnya, warga harus berjuang untuk tidur, mereka yang sudah tak tahan bahkan pindah dan menginap di sofa milik teman atau kerabat yang jauh, untuk menghindari mimpi buruk.

Puluhan warga mengajukan keluhan, tak bisa tidur di malam hari, dan menyalahkan apapun yang diduga bertanggung jawab mengusik istirahat mereka -- dari industri, kapal tunda (tugboat), atau kapal tanker yang beroperasi di Southampton Docks.

"Kupikir aku nyaris gila dibuatnya. Aku mendengar suara itu tiap malam, kecuali saat cuaca berangin atau sedang hujan," kata Linda Zammit, penduduk kawasan Woolston, Southampton, seperti dimuat Daily Mail, 23 Oktober 2013. "Aku memang masih bisa tidur, tapi sekali terbangun, suara itu membuatku tak bisa tidur lagi.

Sementara, Maria Dennett, penduduk Sholing, Southampton mengaku bahwa suara dengungan itu muncul nyaris teratur. "Awalnya kami kira itu mesin cuci atau mesin cuci piring tetangga. Namun saking seringnya, tak mungkin itu penyebabnya," kata dia.

Maria menambahkan, suara bernada rendah itu serasa membuat rumahnya bergetar.

Dewan Distrik New Forest setidaknya menerima 30 keluhan soal dengungan mengganggu itu. Pihak dewan memasang peralatan monitoring di sejumlah properti untuk melacak asal usul suara.

Tersangkanya: Ikan!

Kini para ilmuwan mungkin telah menemukan siapa yang bertanggung jawab mengakibatkan dengungan itu -- yang di belahan dunia lain bisa jadi dianggap mistis atau bahkan UFO.

Tersangkanya adalah ikan. Bukan hewan air biasa, melainkan Ikan Midshipman yang sedang butuh berhubungan seks di sebuah muara di dekat kawasan terdampak.

Menurut para ilmuwan, Midshipman jantan mengeluarkan dengung khas agar para betina tahu bahwa mereka sedang birahi dan mencari pasangan.

Ikan jantan mampu mengeluarkan dengungan selama berjam-jam. Suaranya makin keras jika ada kompetitor sesama jantan yang juga sedang mencari pasangan. Para pejantan saling bersaing mengeluarkan suara.

Mengapa efeknya bisa sangat mengganggu? Ini hebatnya! Para ilmuwan mengatakan, diduga kuat suara dari ikan itu terpantul dari bangunan dan juga kapal.

Apa yang terjadi di Southampton mirip dengan suara dengung yang tenar di Seattle, Washington, AS. Penyebabnya diduga sama, Midshipman diperkirakan berkembang biak di Perairan Duwamish di dekatnya. Fenomena yang dijuluki 'West Seattle Hum' terjadi sepanjang tahun lalu.

Sementara National Oceanography Centre di Southampton belum menemukan petunjuk, para ahli di Scottish Association for Marine Science sudah menawarkan hipotesis: Ikan Midshipman. Ilmuwan Inggris, Dr Ben Wilson mengatakan, kesimpulan awal yang dikeluarkan pihaknya masuk akal.

"Memang ada 'ikan sonik' (Midshipman) di utara Atlantik yang dekat ke Selat Inggris," kata dia.

Midshipman memang terkenal dengan dengungan khasnya, yang dikeluarkan para pejantan saat mencari pasangan.

Mereka normalnya adalah hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Di siang hari mereka sering ditemukan terkubur dalam lumpur atau pasir.

Ikan jantan mengeluarkan berbagai suara, termasuk serangkaian geraman singkat mirip bunyi kereta api, dan geraman rendah -- saat pejantan menjaga sarangnya. Dengungan Midshipman dihasilkan oleh dua otot yang berkontraksi pada kandung kemih.

'Suara Spiritual Atau UFO'

Untunglah, setidaknya ilmuwan sudah menemukan penjelasan ilmiah terkait dengungan misterius yang terdengar di sejumlah wilayah di dunia.

Sebelumnya, sejumlah spekulasi merebak soal dengungan di Pulau Vashon, King County, Washington, Amerika Serikat. Umumnya warga mendengar dengungan aneh yang mirip gumanan.

Warga bertanya-tanya suara apa gerangan. "Dengungan itu nyaris membuat putri dan menantuku gila. Mereka mendengarnya hampir setiap saat," kata salah satu warga, Jeep Brockway, seperti Liputan6.com kutip dari Q13fox.com.

Paranormal setempat, Lorna Cunningham yakin itu adalah suara spiritual. "Suara itu sesungguhnya adalah pesan dari Bumi," kata Cunningham.

Sementara, Jeep Brockway menghubung-hubungkankan suara gumaman itu dengan peristiwa aneh 63 tahun lalu -- di mana warga yakin ada UFO yang jatuh di sekitar pulau itu.

"Banyak warga yakin ada sesuatu yang ditinggalkan UFO, siapa tahu...banyak teori gila di pulau ini," kata Brockway. [Ein/liputan6]

Rabu, 09 Oktober 2013

Asyiknya Menangkap Ikan Dengan Kuda

IkanDewa.com - Umumnya nelayan menangkap ikan dengan menggunakan perahu. Lain halnya di Belgia para nelayan di sana menggunakan kuda.

Seorang nelayan bernama Maurius menarik jaring hasil tangkapannya dengan seekor kuda di Pantai Oostduinkerke, Belgia. 

Cara ini merupakan metode tradisional yang sudah turun menurun dikenal oleh masyarakat Belgia sejak 500 tahun yang lalu. Hingga saat ini metode tersebut masih digunakan.

Metode ini menggunakan jaring/jala yang diikat pada tubuh kuda kemudian ditarik hingga ke tepi pantai. 

Setiap musim panas, tempat ini selalu dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan cara unik para nelayan menangkap ikan di Pantai Oostduinkerke, Belgia.

Berikut ini foto-foto yang kami kutip dari Reuters yang diambil oleh fotografer Yves Herman :

Rabu, 29 Mei 2013

Ikan Dewa di Mancing Mania

IkanDewa.com - Host gaek Mancing Mania Trans 7, Dudit Widodo   lagi-lagi membuat sensasi luar biasa menaklukan ikan dewa (red mahser) seberat 12 kg. 

Bagi pancinger hutan rimba raya, tidak terkecuali Pak Dudit Widodo yang telah malang melintang mancing di lautan, ketika dirinya memperoleh ikan dewa di atas 10 kg maka ia akan diliputi rasa bahagia dan bangga atas keberhasilannya itu. 

Mengapa karena dalam menaklukan ikan bukan hanya dituntut pandai memancing saja namun mentalpun harus kuat. Ya, Menembus hutan belantara seperti di Kalimantan Timur  bukanlah hal yang mudah. 

Di hutan banyak hidup berbagai satwa yang tentunya mengundang rasa takut tersendiri. Belum lagi kerasnya air sungai dan jeram-jeram sungai harus dilalui.  

“Fisik, mental, keahlian mancing dan pemanduan orang lokal merupakan modal utama untuk mendapat ikan sapan.” Cerita Dudit Widodo kepada BM.

Lebih lanjut Pak Dudit Widodo menceritakan bahwa episode MMT7 sekitar mancing sapan di sungai Kalimantan Timur, ternyata membuat pancinger Indonesia dan mancanegara tertarik untuk merasakan tantangan mancing sapan ditengah hutan belantara  Kalimantan Timur.[BeritaMancing]

Senin, 17 Desember 2012

Ikan Dewa di Kolam Cigugur

IkanDewa.com - Kolam Cigugur dipandang bukan sebagai kolam sembarangan. Kolam ini bukan sebatas tempat rekreasi yang diminati banyak warga sekitar, namun juga memiliki cerita mistis dibaliknya. Disebutkan pada zaman dahulu, bahwa kolam ini dipercaya sebagai tempat bertapanya Ki Gede Padara, seseorang yang sangat sakti mandraguna. Konon, salah satu kesaktiannya yakni organ tubuhnya yang bisa terlihat dari luar.

Anda ingin rekreasi sekalian terapi? Jika iya, maka Anda mesti datang ke Kolam Cibubur karena disini kaki Anda akan dikerubungi oleh ribuan Ikan Nilem ketika dicelupkan ke dalam kolam. Boleh percaya atau tidak, Ikan Nilem disini dipercaya bisa melakukan terapi pada kulit karena kulit-kulit mati dan kering Anda akan digigitnya dan kemudian terkelupas dengan sendirinya.

Ikan Dewa

Pada awalnya Kolam Cigugur bernama Kolam Ikan Keramat karena menampung Ikan Dewa atau ikan Kancra Bodas (ikan Mas Putih). Ikan ini dibilang keramat karena populasinya terbatas dan sulit dibudidayakan. Agar tidak punah, ikan pun dikeramatkan. Menurut legenda, Ikan Dewa tidak boleh dipindah atau dibawa sembarangan karena bisa berakibat buruk bagi yang mengambil. Konon, Kolam Cigugur terbentuk karena Sunan Gunung Jati menancapkan tongkatnya ke tanah di desa itu saat mencari air untuk wudlu. Sumber mata air itu masih ada di kolam terkecil dari tiga kolam yang ada.

Ketika liburan menjelang biasanya pengunjung Kolam Cigugur bisa mencapai 500 orang. Sebetulnya tidak ada promosi khusus hanya cerita dari mulut ke mulut. Mungkin karena pengunjung merasa sensasi gigitan ikan nilam asyik dan berkesan lalu menceritakannya kepada orang lain sehingga berdatanganlah pengunjung dari berbagai daerah karena penasaran ingin merasakan juga.

Rambut Monte, dari Telaga Sampai Legenda Ikan Dewa

IkanDewa.com - Selaras dengan romantisme sejarah yang ada, pesona alam Blitar seolah menyimpan ayat keindahan tersendiri. Salah satunya adalah Rambut Monte. Tidak hanya indah, destinasi ini juga berbalut kesan mistis sampai kehidupan ikan dewa.

"...Blitar kutho cilik kang kawentar
Edipeni Gunung Kelud sing ngayomi
Blitar zaman Jepang nate gempar
Peta brontak sing dipimpin Supriyadi..."

Begitu lantunan lirik tembang Blitar Kawentar yang artinya "Blitar kota kecil yang tersohor. Keindahannya dilindungi Gunung Kelud. Saat zaman Jepang, pernah gempar oleh bentrokan PETA yang dipimpin Supriyadi."

Menyulam sejarah Blitar, siapa yang tak kenal Bung Karno? Tentu Anda juga mengetahui kalau Blitar adalah tanah kelahiran sekaligus bumi di mana jasad Sang Proklamator dan presiden pertama Indonesia ini dimakamkan.

Anda traveler penikmat sejarah? Pasti tahu kalau Empu Prapanca menyebutkan di Kitab Negarakertagama tentang keberadaan Kabupaten Blitar, yang merupakan daerah perbatasan antara Dhoho dengan Tumapel. Ya, Blitar terletak di selatan lereng salah satu gunung api strato yang masih aktif di Pulau Jawa, yaitu Gunung Kelud.

Selaras dengan romantisme sejarah yang ada, pesona alam Blitar seolah menyimpan ayat keindahan tersendiri. Salah satunya adalah Rambut Monte.

Rambut Monte merupakan sebuah kawasan wisata cagar budaya yang punya sebuah telaga, candi, dan petilasan atau tempat untuk bermeditasi. Letaknya di Desa Krisik, Kecamatan  Gandusari, Kabupaten Blitar. Jarak tempuh yang diperlukan sekitar 30 km dari jantung Kota Blitar.

Untuk menuju ke Rambut Monte, Anda akan melewati wilayah Kebun Teh Bantaran. Rambu lalu lintas sangat jelas. Akses menuju lokasi wisata juga bagus. Ditambah dengan lika-liku jalanan berbukit dan hamparan padi di sepanjang jalan yang memanjakan mata, tentu bukan perjalanan yang membosankan.
Tarif masuk Rambut Monte hanya Rp 5.000 per orang. Memasuki gerbang, nuansa alam sejuk dan hijaunya alam rindang menyambut saya. Ada sebuah candi di sini, tapi bukan candi besar.

Bagian yang tersisa hanyalah kaki candi. Pada samping candi terdapat artefak Lingga Yoni yang merupakan lambang kesuburan. Menurut informasi dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Blitar, candi tersebut memiliki nilai historis Kerajaan Majapahit. Sayangnya sampai saat ini belum ada literatur lengkap yang mengulas tentang sejarahnya.

Keunikan Rambut Monte adalah adanya mata air yang membentuk sebuah telaga. Airnya jernih. Seolah pepohonan bisa bercermin dan pantulannya membuat air tepian telaga berwarna hijau mengelilingi pusat mata airnya yang biru.

Airnya benar-benar biru. Sempat tergoda untuk berenang, tapi karena adanya larangan untuk itu, saya pun mengurungkan niat. Telaga ini dihuni oleh ratusan ikan langka yang dikeramatkan oleh penduduk setempat, yaitu ikan Sengkaring. Mereka menyebutnya ikan dewa.

Bukan tanpa alasan ikan itu dikeramatkan. Sepenggal cerita dari sang juru kunci Rambut Monte, Kaseno, konon menangkap ikan itu hanya mendatangkan kutukan dan malapetaka.

Ikan disini jumlahnya tetap, tidak berkurang, dan tidak bertambah. Hmmm, apa iya? Bagaimana mungkin ikan-ikan ini masih bisa bertahan populasinya sampai sekarang jika tidak berkembang biak? Tentu saja, legenda ini boleh Anda percaya atau tidak.

Lanjut cerita, ikan-ikan yang mendiami telaga ini adalah wujud dari murid Mbah Rambut Monte yang dikutuk karena tidak mentaati perintahnya. Entahlah, terlintas di benak saya kalau ini hanya cerita "medeni bocah" demi alasan pelestarian lingkungan hidup sehingga populasi dan habitat ikan tersebut tidak terganggu. Selebihnya, tetap menjadi kewajiban kita untuk mentaati larangan itu.

Sajian alam Rambut Monte mampu memikat hingga banyak orang ramai yang mendatanginya, baik sekadar refreshing atau bermeditasi di sekitar petilasan. Seperti tersihir dalam birunya air, duduk di tepian telaga membuat saya betah berlama-lama di sini.

Beberapa kali berkunjung, menurut saya waktu terbaik untuk menikmati pesona Rambut Monte adalah pada siang hari. Menjelang senja, keheningan terasa menebar aroma mistis. Namun fakta tidak bisa dipungkiri, galeri pesona Rambut Monte yang berbalut sentuhan spiritual ini mampu menyuguhkan wujud keindahan yang menyimpan amanat alam.[detiktravel]

Rabu, 12 Desember 2012

Legenda Ikan Dewa dan Mitos Pembawa Berkah

IkanDewa.com - Dalam objek wisata Cibulan terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang.
Kolam pertama berukuran 35x15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sedangkan, kolam kedua berukuran 45x15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman 60 sentimeter dan bagian kedua berkedalaman 120 sentimeter.

Setiap kolamnya dihuni puluhan ikan yang berwarna abu-abu kehitaman dan disebut sebagai kancra bodas atau ikan dewa (cyprinus carpico). Ukurannya berbagai macam mulai dari yang panjangnya 20-an sentimeter hingga 1 meter. Ikan Dewa adalah sejenis ikan yang dikeramatkan penduduk di sekitar wilayah Desa Manis Kidul karena dipercaya mempunyai keistimewaan tertentu.

Meski semua kolam itu dihuni puluhan ikan kancra bodas atau ikan dewa, kolam-kolam di Cibulan dibuka sebagai kolam pemandian umum. Tempat rekreasi ini dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat pemandian, seperti tempat ganti pakaian, 6 buah kamar kecil dan 2 buah kamar mandi untuk tempat bilas seusai berenang.

Air di Cibulan selalu bersih, bening, sejuk, dan melimpah, meskipun pada musim kemarau panjang. Itulah sebabnya, selain sebagai tempat rekreasi, Cibulan juga dijadikan sebagai sumber air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kuningan dan dimanfaatkan Pertamina untuk memasok kebutuhan air bersih di dua kompleks miliknya, yaitu Padang Golf Ciperna di Kota Cirebon, dan Kantor Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) di Klayan, Kabupaten Cirebon.

Kolam pemandian Cibulan juga menjadi sumber pendapatan bagi penduduk Desa Maniskidul dengan menjadi pedagang asongan atau membuka warung makan di sekitar tempat itu. Saat ini terdaftar 20 warung permanen di luar kompleks kolam dan 14 pedagang asongan resmi yang diizinkan berjualan di dalam kompleks kolam. Mereka kebanyakan menjual minuman ringan dan makanan kecil serta makanan ikan berupa kacang atom dan ikan wader.

Selain itu, Ikan Dewa dipercaya sebagai ikan istimewa yang membawa berkah bagi siapapun yang dapat menyentuh badannya.
Belakangan ini, legenda tersebut terus tersebar dari mulut ke mulut- hingga masyarakat sekitar Cirebon bahkan dari luar Cirebon, datang ke Kuningan ingin melihat ikan dewa, baik hanya sekedar melihat ataupun mempunyai tujuan yang lain.

Mamat, petugas penyewaan ban yang sudah bertahun-tahun di Cibulan menuturkan, keunikan ikan dewa juga bisa disaksikan langsung pengunjung, karena sudah disediakan tempat khusus untuk pengunjung.

“Cibulan yang mengandung nilai sejarah, legenda dan tempat wisata dapat dijadikan rangkaian tujuan wisata jika kita berkunjung ke wilayah kuningan. Udara khas pegunungan nan bersih, jauh dari polusi ditambah dengan pemandangan yang indah Gunung Ciremai, selalu menawarkan keindahan wisata Cibulan dan sekitar kuningan. Makanya setiap hari selalu ramai pengunjung,” paparnya.[ghiok riswoto/inilah]